Permata yang bersinar sinar

Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahim

> izinkan perkongsianku mendidik hatiku dan hatimu jua <

[Kenapa wujud istilah friend for benefit.. why kita rasa orang perguna kita]

persoalan demi persoalan timbul

ehem *pandang sekeliling*
dunia ni ada bermacam jenis manusia
dari alam sekolah
alam universiti
alam kerja
dan segala jenis alam yang ada sejenis kehidupan bernama manusia

kawan
sejenis makhluk yang ada di sisi kita
datang dan pergi
hadir dan berlalu
timbul dan tenggelam
hai dan bai

memang dalam kehidupan ni kita kena ada kawan
kenapa?
untuk kita saling mengenal antara satu sama lain
untuk kita saling membantu antara satu sama lain
saling mengingatkan
dn segala bentuk yang mengaitkan antara satu sama lain
ehem *betulkan suara*

kawan untuk dimanfaatkan?
terasa kita dipergunakan?

dan jika itu menjadi kesedihan dalam hati
tenangkan diri kembali
ingatkan diri
refresh balik kehidupan kehidupan masa lalu kita
kadang apa apa yang jadi hari ini, mungkin ia teguran dari Allah tentang masa lalu kita
atau
mungkin juga ujian buat diri untuk hadapi hari kemudian

pernah tak sepanjang kita hidup
kita berniat untuk berjumpa dengan orang yang seirama dengan kita?
pernah minta redha Allah untuk hadirkan mereka mereka yang dapat berjalan riang bersama kita?

jika ya jawabnya
dan ia masih belum nampak bayang kehadiran mereka
teruskan saja berdoa
kerna kuasa doa itu ada pada mereka yang meyakini nya *manis

saat kita diperkenalkan dengan seseorang,
doa, agar kita dapat beri manfaat pada dia
manfaat yang macam mana?
yang pabila dia bersama kita, dia semakin ingin mendekat pada Ilahi
doa, agar sama sama saling menguat

tapi...  

jika benar hadirnya dia 
hanya untuk memanfaatkan kelebihan yang kita ada
hanya untuk mempergunakan diri kita...
yang tenang saja :)
niatkan segala kebaikan yang kita beri
dapat menyedarkan dia
dapat membantu dia lebih mengenal diri
kenapa?
kerna selamanya kebaikan akan tetap tertegak
permata akan tetap memberi sinar

analogi nya begini
jika ada seorang insan minta duit untuk beli makanan
kemudian kita beri dengan senang hati tanpa mengetahui untuk tujuan apa insan berkenaan ingin gunakan
pertama, jika benar ya insan berkenaan sangat memerlukan bantuan kita, kita sudah dapat bantu insan berkenaan
kedua, jika tidak, dia menipu kita, itu urusan dia dengan Yang Maha Kuasa
kita? redha kan saje 
kerna ia tidak beri kesan dalam hidup kita...
malah dia yang akan dihantui perasaan bersalah
segala kebaikan yang kita buat
yang kita beri pada insan sekeliling
jangan pernah dikeluh kesahkan
niatkan segalanya itu bekal untuk saham akhirat kita
kerna kita tidak tahu, amal mana yang الله terima 
jadi... teruskan sebarkan kebaikan
biarpun kita dicemuh diabai dek kebaikan itu

hikmah tak selalunya hadir sekelip mata
ia hadir saat kita betul betul memerlukannya

mungkin esok
mungkin juga tahun depan
atau 5 tahun akan datang

apa yang penting
letak sabar pada tahap atasan
biar yang indah itu kelihatan pada tempatnya

namun, jika kelakuan nya dilakukan tanpa dia sedar
maafkan dia
kerna kadang, kita juga ada terlepas pandang
akan ada cacat cela kita yang tak terpandang mata sendiri
jadi... izinkan insan sekeliling untuk saling menjaga antara satu sama lain

usah bersedih duhai awak
insan yang benar benar tulus ingin bersahabat dengan kita
akan ada satu rasa yang menghubungkan antara dua 
akan ada kimia antara berdua nya 

kalau ada 70 percent yang benci tapi hanya 30 percent yang sayang ...
fokus saja pada yang menyayangi 😉

and the rest is history.

(p/s: harap perkongsian ini menjawab persoalan awak 😇)

***
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:   
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ 
Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ
“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim)
***
segala yang saya kongsi dari sisi pandang seketul saya
jika ada kurang lebih
moga dimaafkan dan dihalalkan
saya juga insan yang masih belajar mengenal dunia
moga dengan sedikit perkongsian ini dapat didik hati dan jiwa kita
moga aura positif sentiasa ada menemani hari hari kita
bi iznillah

sampai berjumpa lagi di lain masa
*flip tudung sambil berlalu pergi~

sekian
iamummizu

0103
11052017
Utara

#kunyahbagihadam2017 #semangattiga #didikhati